Headlines News :

    Mengenal Secara Singkat Paskibraka

    Lambang Corp Paskibraka
    Paskibnews(18/7) Paskibraka, hampir semua kalangan mengenalnya. Team yang selalu muncul di setiap upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Republik Indonesia. Team yang mempunyai tugas khusus mengibarkan Duplikat Pusaka yang merupakan manivestasi Bendera Pusaka. berdasarkan tempat tugasnya, Paskibraka yang terdiri 3 temoat yakni tingkat Kabupaten/Kota (Kantor Bupati/Walikota), Provinsi (Kantor Gubernur), dan Nasional (Istana Negara). Hal ini berkaitan dengan keberadaan bendera Duplikat Pusaka yang hanya ada di tiga tingkat pemerintahan tersebut.

    Team yang terdiri dari siswa-siswa Pilihan ini anggotanya berasal dari pelajar SLTA Sederajat kelas 1 ATAU 2 dengan melalui berbagai macam tahapan seleksi yang   biasanya dilakukan sekitar bulan April untuk persiapan pengibaran pada 17 Agustus

    Sejarah

    Gagasan Paskibraka lahir pada tahun 1946, pada saat ibukota Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta. Memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-1, Presiden Soekarno memerintahkan salah satu ajudannya, Mayor (Laut) Husein Mutahar, untuk menyiapkan pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itulah, di benak Mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air, karena mereka adalah generasi penerus perjuangan bangsa yang bertugas.

    Tetapi, karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana, maka Mutahar hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda (3 putra dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah dan kebertulan sedang berada di Yogyakarta. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun 1949, pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang sama.

    Ketika Ibukota dikembalikan ke Jakarta pada tahun 1950, Mutahar tidak lagi menangani pengibaran bendera pusaka. Pengibaran bendera pusaka pada setiap 17 Agustus di Istana Merdeka dilaksanakan oleh Rumah Tangga Kepresidenan sampai tahun 1966. Selama periode itu, para pengibar bendera diambil dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.

    Tahun 1967, Husein Mutahar dipanggil presiden saat itu, Soekarno, untuk menangani lagi masalah pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, beliau kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:

        Kelompok 17 / pengiring (pemandu),
        Kelompok 8 / pembawa (inti),
        Kelompok 45 / pengawal.

    Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, Mutahar hanya melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka. Rencana semula, untuk kelompok 45 (pengawal) akan terdiri dari para mahasiswa AKABRI (Generasi Muda ABRI) namun tidak dapat dilaksanakan. Usul lain menggunakan anggota pasukan khusus ABRI (seperti RPKAD, PGT, marinir, dan Brimob) juga tidak mudah. Akhirnya diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yang mudah dihubungi karena mereka bertugas di Istana Negara Jakarta.

    Mulai tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar bendera pusaka adalah para pemuda utusan provinsi. Tetapi karena belum seluruh provinsi mengirimkan utusan sehingga masih harus ditambah oleh ex-anggota pasukan tahun 1967.

    Pada tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Suharto kepada Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera duplikat (yang terdiri dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakarta, sedangkan Bendera Pusaka bertugas mengantar dan menjemput bendera duplikat yang dikibar/diturunkan. Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera pusaka adalah para remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja.

    Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih "Pasukan Pengerek Bendera Pusaka". Baru pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan PASKIBRAKA. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar bendera pusaka disebut Paskibraka.

    Perbedaan Paskibra dan Paskibraka

    Jakarta-PaskibNews(15/7) Banyak sekali orang diluar aktivis paskibra maupun Paskibraka yang belum mengetahui bahwa antara dua hal ini (Paskibra dan Paskibraka) adalah sesuatu yang berbeda. Hal ini dikarenakan belum banyak yang mengerti asal mula penyebutan paskibra dan paskibraka.

    PaskibNews dalam hal ini mencoba memberi penjelasan atau lebih tepatnya meneruskan perbedaan Paskibra ini melalui sebuah Artikel yang ditulis di website milik organisasi Paskibra SMKN 1 Cikarang Barat (www.brigaspad.org). Di website ini dijelaskan mengenai perbedaan dasar dengan bahasa yang sangat santai tapi sangat mengena. Setidaknya dapat memberi pandangan yang lugas seputar perbedaan antara Paskibra dan Paskibraka.
    Berikut penjelasan mengenai perbedaan antara Paskibra dan Paskibraka.

    1. Paskibra mengibarkan bendera Sang Merah Putih, Paskibraka mengibarkan Bendera Pusaka (dalam hal ini digantikan dengan bendera Duplikat Pusaka) jadi secara makna bisa dikatakan secara makna bahwa seorang anggota paskibraka adalah anggota paskibra, tapi anggota Paskibra belum tentu seorang paskibraka.
    2. Paskibra terbentuk dari keinginan pribadi melalui kegiatan ekstrakurikuler disekolah, Paskibraka dibentuk melalui seleksi dari mulai seleksi Paskibraka tingkat kabupaten, seleksi tingkat Provinsi hingga sampai menjadi Paskibraka Nasional
    3. Keanggotaan paskibra adalah seumur hidup, sementara anggota Paskibraka hanya dari mulai dikukuhkan (15 agustus/16 agustus sampai dengan dilantik menjadi anggota Purna Paskibraka Indonesia (17 Agustus malam setelah penurunan)

    Apapun itu, Baik Paskibra Indonesia maupun Paskibraka, selalu diharapkan agar menjadi generasi teladan bagi yang lainnya. Menjadi contoh dan menjadi generasi yang terbaik.

    Sedikit menyimpang dari tema di atas, iika mencermati tentang perkembangan paskibra di berbagai wilayah, terutama lewat seringnya diadakan lomba paskibra, tampil dengan gagah, atribut, lambang paskibra dan segala macamnya kreativitas yang dituangkan dalam variasi dan formasi paskibra. Semua ini merupakan perkembangan yang sangat bagus dimana anak-anak remaja dan anak muda saat ini lebih suka nongkrong di cafe, mall , atau bergalau galau ria di facebook dan twitter, mereka masih mau meluangkan waktunya untuk membina diri mengikuti kegiatan yang bisa dibilang membutuhkan mental dan fisik yang luar biasa. Perkembangan yang seharusnya lebih mendapat perhatian mendalam dari pemerintah. Setidaknya, melalui kegiatan Paskibra dan Paskibraka, tercipta generasi yang mencintai bangsanya.

    Semoga Paskibra Indonesia makin maju dan senantiasa menghasilkan generasi penerus terbaik bagi bumi Indonesia ini.

    Daftar Nama (Sementara) Calon Paskibraka Nasional Tahun 2013

    Berikut nama-nama anggota (Calon) Paskibraka yang akan bertugas dalam pengibaran Bendera Sang Merah Putih. Terdapat 33 provinsi yang masing-masing mengirimkan dua wakil:
    1. Aceh: Ali Alfaraesy ; Dio Fany Anggraini
    2. Sumatra Utara: ? ; Afriya
    3. Sumatra Barat: Ricky Suwandi Putra ; Retno Adhilla Putri
    4. Sumatra Selatan: Denny Saputra ; Vivia Lidia Sari
    5. Riau: Riyandi Anugrah Putra ; ?
    6. Bengkulu: 
    7. Bangka Belitung:
    8. Lampung: Ozzi Eka Purwanto ; ?
    9. Jambi:
    10. Kepulauan Riau:
    11. Gorontalo: Marwiyah Mohamad Daud ; ?
    12. Jawa Barat: Muhammad Rayhan Akbar ; Cintami
    13. Jawa Tengah: ? ; Rifa Fauzia Hapsari
    14. Jawa Timur: ? ; Vindya Rossy Tria Puspita Mandasari
    15. DI Yogyakarta: Yolandaru Yoga Santika ; Dinda Rizkita Karyadewi
    16. Bali: I Gusti Komang Arya Baskhara Udayana ; Putri Bintang Prayascita Widya Ningrum
    17. Banten: Billy ; Sabrina
    18. DKI Jakarta: Rifqi Widhianto ; Audya Elita Putri
    19. NTB: Yori Sujiarta Utama ; ?
    20. NTT:
    21. Kalimantan Selatan: Bagas Rizki Mahaditya ; Gt.Elvira Ramadhanti
    22. Kalimantan Barat: ? ; Tami Auliana
    23. Kalimantan Timur: Armeyn Arbianto ; ?
    24. Kalimantan Tengah:
    25. Sulawesi Selatan: Muhammad Takbir ; Anabella Natalia Purba
    26. Sulawesi Tengah: Fariz Salmin ; Monica Broksil
    27. Sulawesi Tenggara:
    28. Sulawesi Barat:
    29. Sulawesi Utara: Deanaz Faustina Poluakan ; Gilbert Karamoy
    30. Maluku:
    31. Maluku Utara:
    32. Papua:
    33. Papua Barat:

    Kaya & Miskin

    Suatu ketika seorang ayah dari keluarga kaya raya, bermaksud memberi pelajaran bagaimana kehidupan orang miskin pada anaknya. Merekapun menginap beberapa hari di rumah keluarga petani yang miskin di sebuah dusun di tepi hutan.

    Dalam perjalanan pulang sang ayah bertanya pada anaknya. "Bagaimana perjalanan kita?" Jawab sang Anak, "Oh sangat menarik ayah."

    "Kamu melihat bagaimana orang miskin hidup?" Sang ayah bertanya.

    "Ya ayah", sahut sang anak.

    "Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan kita ini?" Tanya sang ayah.

    Sang anak menjawab, "Yang saya pelajari kita memiliki satu anjing untuk menjaga rumah kita, mereka punya empat anjing untuk berburu. Kita punya kolam renang kecil di taman, mereka punya sungai yang tiada batas… Kita punya lampu untuk menerangi taman kita, mereka punya bintang yang bersinar di malam hari. Kita memiliki lahan yang kecil untuk hidup, mereka hidup bersama alam. Kita punya pembantu untuk melayani kita, tapi mereka hidup untuk melayani orang lain. Kita punya pagar yang tinggi untuk melindungi kita, mereka punya banyak teman yang saling melindungi".

    Sang ayah tercengang diam mendengar jawaban anaknya. Lalu sang anak melanjutkan,

    "Terima kasih ayah, karena ayah telah menunjukkan betapa miskinnya kita".

    Glopasko - Lomba antar Pelajar dari Paskibra Brigaspad

    gelar Lomba Pelajar Antar Sekolah  

    Indopaskib (13/7) Brigade tugas Pelajar Andalan (Brigaspad), satuan Paskibra SMKN 1 Cikarang Barat kembali meluncurkan kegiatan lomba bagi pelajar-pelajar khususnya yang berdomisili diwilayah Jawa Barat, Banten dan  DKI Jakarta. Lomba yang diadakan dalam rangka memperingati hari sumpah Pemuda ini, merupakan even tahunan dan merupakan kegiatan yang selalu mendapat perhatian, khususnya para aktivis ekstrakulikuler seperti Paskibra, pramuka dan lain-lain.


    Dalam keterangannya, Andreas V. Pratama, ketua Pelaksana kegiatan ini mengatakan bahwa glopasko 2013 menggunakan konsep yang berbeda dengan lomba sebelumnya, bahkan berbeda dengan lomba yang sering diadakan oleh sekolah-sekolah lain. Hal ini terkait dengan konsep semi Pensi dalam kegiatan yang diadakan.

    Dengan menargetkan Peserta minimal 100 kontingen sekolah, event ini diharapkan dapat menjadi pendorong jiwa sportifitas dikalangan pelajar sehingga dapat mengurangi tingkat kenakalan remaja yang saat ini marak dan menjadi masalah bersama.

    Didukung kementerian Pemuda dan Olahraga, glopasko memperebutkan Thropy Kemenpora dan berbagai macam doorprice dan souvenir, sehingga sangat menarik untuk diikuti.

    Belajar dari Kerupuk

    Kisah ini diceritakan oleh Bp Chappy Hakim (mantan KSAU). Pada tahun 1969, saya mengikuti latihan para dasar, terjun payung statik di pangkalan Udara Margahayu Bandung. Menjalani latihan yang cukup berat bersama dengan lebih kurang 120 orang dan ditampung dalam dua barak panjang tempat latihan terjun tempur.

    Setiap makan pagi, siang dan malam hari yang dilaksanakan di barak, kami memperoleh makanan ransum latihan yang diberikan dengan ompreng dan atau rantang standar prajurit. Diujung barak tersedia drum berisi sayur, dan disamping nya ada sebuah karung plastik berisi kerupuk milik seorang ibu setengah baya warga sekitar asrama prajurit yang dijual kepada siapa saja yang merasa perlu untuk menambah lauk makanan jatah yang terasa kurang lengkap bila tidak ada kerupuk. Sang ibu paruh baya ini, tidak pernah menunggu barang dagangannya.

    Setiap pagi, siang dan malam menjelang waktu makan dia meletakkan karung plastik berisi krupuk dan disamping nya diletakkan pula kardus bekas rinso untuk uang, bagi orang yang membeli kerupuknya. Nanti setelah selesai waktu makan dia datang dan mengemasi karung plastik dengan sisa kerupuk dan kardus berisi uang pembayar kerupuk.

    Iseng, saya tanyakan, apakah ada yang nggak bayar Bu..? Jawabannya cukup mengagetkan, dia percaya kepada semua siswa latihan terjun, karena dia sudah bertahun-tahun berdagang kerupuk di barak tersebut dengan cara demikian. Hanya meletakkan saja, tidak ditunggu dan nanti setelah semuanya selesai makan dia baru datang lagi untuk mengambil sisa kerupuk dan uang hasil jualannya. Selama itu, dia tidak pernah mengalami defisit. Artinya tidak ada satu pun pembeli kerupuk yang tidak bayar. Setiap orang memang dengan kesadaran mengambil kerupuk, lalu membayar sesuai harganya. Bila dia harus bayar dengan uang yang ada kembaliannya, dia bayar dan mengambil sendiri uang kembaliannya di kotak rinso kosong tersebut.

    Demikian seterusnya. Beberapa pelatih terjun, bercerita bahwa dalam pengalamannya, semua siswa terjun payung yang berlatih disitu dan menginap dibarak latihan tidak ada yang berani mengambil kerupuk dan tidak bayar. Mereka takut, bila melakukan itu, khawatir payung nya tidak mengembang dan akan terjun bebas serta mati berkalang tanah.

    Sampai sekarang, saya selalu berpikir, mengapa orang sebenarnya bisa jujur dan dapat dipercaya, hanya karena pintu kematian berada didepan wajahnya. Yang saya pikirkan, bagaimana caranya membuat manusia setiap saat berada dalam kondisi atau suasana latihan terjun, mungkinkah...? 


    sumber : oke2.com

    Berhenti Sejenak, Mengasah Diri

    Indopaskib(9/7) Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran pekerjaan seorang untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

    Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

    Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.

    Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan.

    “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

    Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”
    “Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.
    “Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.

    Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

    Istirahat bukan berarti berhenti

    Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi
    Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !

    Dari cerita motivasi kerja diatas, kiranya Anda semua dapat menyimpulkan bagaimana cara kerja yang baik, tanpa harus selalu menguras tenaga terus menerus, untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal. Semoga sedikit cerita motivasi kerja ini dapat menginspirasi kita semua. Amien (oke2.com)

    Mencintai Tanpa Alasan

    Nadia mengeluh kepada kekasihnya, setiap kali nadia bertanya kepada tunangannya. “Kenapa sih kamu kok bisa cinta aku??” Tunangannya hanya menjawabnya dengan senyuman, bukan sekali atau dua kali, namun puluhan kali nadia tetap mendapat jawaban yang sama...

    Suatu sore Nadia tengah duduk sambil bercerita ala para wanita bersama teman temannya. Fina,Angel, dan Aqila. Nadia iri terhadap teman-temannya, mereka selalu punya alasan mengapa tunangannya mereka memiliki alasan setiap kali ditanya, “kenapa kamu cinta aku?”

    Fina suka bilang, suka sama dia karena Fina orangnya cantik. Sedangkan Angel, dia cinta Angel karena Angel anaknya BAIK, ASIK, dan tentu saja cantik, kemudian Aqila, Aqila bilang, “ suka sama aku gara2 denger aku jadi vokalis band di kampus, katanya sih suaraku bagus dan unik, dia selalu bilang.. “bersyukurnya aku, Istri BAIK, CANTIK, PINTER NYANYI LAGI…”

    Sedangkan Nadia - lagi dan lagi tidak punya jawaban, karena tunangannya tidak pernah mengatakannya. Nadia kecewa... “Berarti tunangannya tidak mencintaiku lagi” !!! Nadia mengambil garis besar dari apa yang di alaminya. Mereka semua punya alasan, sedangkan kamu enggak pernah punya… .. kekasihnya hanya diam.. dia seperti ingin mengatakan sesuatu kepada Nadia, tapi Nadia tidak memberinya kesempatan. Nadia melangkah penuh rasa kesal.

    Suatu hari Nadia pergi keluar kota bersama teman2nya. Jalanan penuh dengan kabut tebal, hujan turun sangat lebat dan Nadia kehilangan control mobilnya... mobil terjun bebas kedalam jurang.

    Gelap...
    sunyi...
    hilang...

    Nadia tersadar dalam keadann yang berbeda, wajahnya penuh luka gores yang dalam, bekasnya membuat nadia menjerit sejadi jadinya. Tapi lagi lagi nadia tidak bisa menjerit seperti biasa, lidahnya kelu… dokter masih kesulitan mengobati saraf lidah miliknya. Ada sesuatu yang salah pada lidah nadia... ia tidak bisa menggunakannya untuk berbicara..

    Belum habis kesedihannya, saat akan melangkah Nadia kesakitan karena kedua kakinya digips. Ia mengalami patah tulang parah akibat tergencet dashbor mobilnya. Beruntung orang tuanya tidak mengijinkan dokter untuk mengamputasi kedua kaki nadia. Nadia benar2 terpukul.

    Di tempat pemulihan, Nadia yang tengah duduk diatas kursi roda, memandangi hijaunya lembah yang bergurat hebat 4 bulan sudah Nadia berada disana. Namun Nadia belum merasakan perkembangan yang menggembirakan. Kakinya masih saja lumpuh, lidahnya masih belum mampu berkata sepatah-pun. Sedangkan wajahnya, hingga hari itu, Nadia enggan melihat cermin…

    Suatu pagi , seorang pemuda datang, ia menghampiri Nadia di tempatnya biasa duduk. Karena Nadia belum bisa berbicara, maka ia hanya menulis ucapannya pada selembar kertas.

    “Kenapa kamu kesini??
    “Aku kesini pengen ketemu kamu Nad..”
    “Kemana aja kamu selama ini?? kamu malu ya punya mantan calon istri yang Cacat??
    Pemuda itu tersenyum.. “aku enggak malu nad
    “Kenapa kamu punya fikiran buat ketemu aku lagi, bukannya dulu aku udah marahin kamu, apalagi sekarang aku Cacat, aku Buruk dan sudah enggak bisa apa-apa lagi... aku udah enggak berarti...” nadia menangis…
    Pemuda itu memandang lekat wajah Nadia.
    “Kamu tau Nad, dulu , aku enggak bisa menjawab ketika kamu selalu bertanya, mengapa aku mencintai kamu. Kalau dulu kukatakan aku mencintai kamu karena kamu pandai bernyanyi, tentu setelah keadaan kamu seperti sekarang, tidak ada alasan lagi bagiku mencintai kamu, kalau kukatan aku mencintaimu karena kamu pandai manari, masih adakah cintaku setelah kakimu tidak dapat digerakkan lagi, setidaknya sekarang??? Dan kalau kukatakan karena wajahmu yang cantik dan menarik, tentu cintaku hilang setelah wajahmu cacat dan jelek.
    “Jadi.. Dari dulu sampai sekarang hingga Nanti. Aku mencintaimu tanpa Alasan.. “aku mencintai apa adanya kamu”

    Nadia menangis ..terharu

    Cinta adalah Memberi...memberi...dan memberi. Cinta yang murni tidak pernah meminta, tidak pernah menuntut, ia hadir tanpa pamrih, ia penuh dengan keiklasan.
    Dengan cinta hidup terasa manis. Indah dan sempurna. Ingat tidak saat masih pacaran. Pacar jerawatan dibilang sebersih embun, badan pacar gendut dibilang seksi dan menawan dan banyak lagi pembenaran lainnya. Tapi banyak diantaranya setelah menikah, semua itu seperti lenyap, kenapa?? “Karena kita memiliki alasan….”

    AKU MENCINTAIMU KARENA AKU TAK MEMPUNYAI SATUPUN ALASAN..
    BEGITU JUGA AKU.. AKU TAK MEMILIKI SATUPUN ALASAN UNTUK MENINGGALKANMU..
    JANGAN BERI AKU ALASAN UNTUK MENCINTAIMU… KARENA KELAK AKU AKAN MENINGGALKANMU DENGAN ALASAN ITU… 

    (oke2.com)

    Raja jadi tukang kebun

    Jakarta-Paskibnews(5/7) Alkisah adalah seorang raja yang sangat besar kekuasaannya. Oleh karena kehidupan yang mewah dan serba cukup tidak membuat ketenangan kepada jiwanya. Sang raja akhirnya memilih untuk hidup sebagai rakyat biasa dengan menyamar sebagai tukang kebun.

    Sang Raja akhirnya bekerja di salah seorang saudagar kaya yang mempunyai kebun delima yang cukup luas. Ia pun menjaga kebun itu dengan patuh dan rajin. Suatu hari datanglah tuan kebun itu dan meminta pekerja kebun membawakan sebiji delima yang masak lagi manis kepadanya. Pekerja itu pun segera menuju ranting-ranting delima untuk mencari buah delima yang paling masak.

    Kemudian tuannya memakan delima tersebut, air mukanya berubah. Kemudian berkata: "Wahai pekerjaku tolong bawakan kepadaku sebiji delima yang lebih manis dari ini."

    Sekali lagi, sang raja yang menjadi tukang kebun tadi pergi mencari buah delima yang lain tanpa mengetahui mengapa tuannya menyuruh dia membawakan sebiji lagi. Setelah buah yang diberikan kepada tuannya itu dimakan, dengan spontan buah itu dibuang oleh tuannya itu.

    Oleh karena terlalu marah sebab buah yang dimakannya itu ternyata masih masam, ia pun berkata dengan suara yang keras: "Wahai pekerja! Heran sekali aku melihat engkau. Sudah begini lama engkau menjaga kebunku, tidakkah engkau tahu yang masam dan manis?"
    Lalu jawab sang raja tadi dengan suara yang lemah dan sopan : "Tuan, bukankah saya ini diamanahkan untuk menjaga kebun supaya sentiasa subur buah-buahan, tetapi tuan tidak memberi izin kepada saya untuk mencicipi buahnya."

    Betapa terkejutnya tuannya itu setelah mendengar jawaban tersebut. Tidak terduga sama sekali akan besarnya sifat amanah yang ada pada tukang kebunnya itu. Namun, alahngkah terkejutnya sang tuan tatkala mengetahui bahwa pekerja kebunnya adalah seorang raja mahsyur yang memang tengah mencari kehidupan sebagai rakyat biasa.

    Sang tuan pun akhirnya menyadari bahwa memang pantaslah ia menjadi seorang raja yang terkenal bijak seantero negri. Jadi rakyat kecilpun beliau bisa betul-betul menjaga pekerjaannya walau sangat sepele. Ia pun segera meminta maaf dan sekaligus mendoakan sang raja.

    (diilhami dari kisah Ibrahim bin Adham)

    ****

    Sahabatku, kisah tersebut diatas merupakan salah satu refleksi bagaimana seorang manusia dengan sangat amanah dalam menjalani pekerjaannya. Bagaimana dengan kita ?
    tentu para sahabat sangat mengerti bagaimana seharusnya kita menjaga amanah dalam setiap pekerjaan. sekecil apapun itu, namun nilainya sangat berharga. Dari seorang pekerja bahkan pemimpin pun sangat diperlukan sikap ini.

    Kembali kepada hati nurani masing-masing, bagaimana kita bisa jujur sekecil apapun dengan apa yang kita lakukan, Tentu Tuhan lah yang menilai dan membalas apa yang kita lakukan.

    Sahabatku, sederhana namun bermakna,,,"mulai dari diri kita sendiri dan mulai lah saat ini"

    Terima kasih telah membaca dan semoga selalu semangat dalam menjalani hidup..
    SALAM MOTIVASI !!!
    sumber: facebook

    Video Penampilan Paskibra SMPN 1 Bojong Purwakarta

    Banyak sekali perlombaan, yang menampilkan berbagai kemampuan anggota Paskibra dalam melakukan PBB ataupun Baris berbaris, kali ini Paskibnews membagi sebuah penampilan yang sangat apik yang dilakukan oleh Paskibra SMPN 1 Bojong Purwakarta Brawijaya. Sumber Youtube.com. Berikut penampilannya:


    Seleksi PASKIBRAKA 2013 Kabupaten Sukoharjo

    SELEKSI PASKIBRAKA 2013
    Paskibnews(4/6) Seleksi PASKIBRAKA Kabupaten Sukoharjo tahun 2013 telah dilaksanakan pada tgl 29 Mei dan 30 Mei, di Stadion Jombor. dan dari proses seleksi tersebut telah dipilih 82 siswa SMU dan sederajat seKabupaten Sukoharjo. Para siswa yang telah lolos seleksi kemarin akan menjalani pelatihan intensif oleh para pelatih dari Kodim, Polres, pendamping Paskibraka PPI, dan juga dipandu oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sukoharjo. 

    Drs.Edy Soeryanta,MH bersama Kasdim memberi pengarahan di selesi Paskibraka

    Calon Paskibraka yang terpilih dalam seleksi





    Source: http://www.bakesbanglinmas.sukoharjokab.go.id


    Rekor : Calon Paskibraka Nasional dari satu Kabupaten

    Jakarta-Indopaskib(20/5) | Lintas Gayo - Ini sejarah baru dalam sejarah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di tingkat nasional, sepasang Paskibraka dari Provinsi terpilih sepasang dari 1 kabupaten. Begitu pernyataan mantan Paskibraka, putri Gayo Yuli Wahid kepada Lintas Gayo, Minggu 19 Mei 2013.

    “Ini belum pernah terjadi di Indonesia dalam sejarah Paskibraka. Putra-putri Gayo semakin hebat sekarang. Gayo itu mesti ditunjukkan dengan karya dan prestasi,” kata Yuli yang beberapa bulan lalu meluncurkan produk batik Kerawang Gayo di Takengon.

    Diceritakan Yuli yang 35 tahun lalu juga sebagai Paskibraka saat peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara Jakarta, saat dirinya berkesempatan berada di Takengon awal April 2013 silam, oleh tim seleksi Paskibraka diminta turut memberi penilaian siapa yang akan dikirim ke Banda Aceh ikut seleksi di level provinsi Aceh.

    “Saat itu saya pilih Aly Alfaraesy dan Dio Vany Anggraini untuk mewakili Kabupaten Aceh Tengah mengikuti seleksi Paskibraka di tingkat Provinsi Aceh. Dan mereka terpilih untuk ke Jakarta,” kata Yuli gembira.

    Seperti diberitakan Lintas Gayo sebelumnya, Ketua Purna Paskibraka Aceh Tengah, Husnul Cibro mengungkapkan jika sepasang putra dan putri Aceh Tengah berhasil lolos di pemilihan Paskibraka untuk tingkat Nasional mewakili Provinsi Aceh.

    Kedua Paskibraka Aceh ini masih tercatat sebagai siswa SMAN 1 Takengon. (Kha A Zaghlul)

    sumber: http://www.lintasgayo.com

    hanya pertama

    hanya pertama bukan kedua karena kedua bukan yang pertama...
     

    Trending Topic

    tiga

    Populer

    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. PaskibNews - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger